Beberapa hari terakhir ini, stasiun TV kita sering nampilin iklan dari Partai Demokrat tentang penurunan harga BBM. Sekilas melihat, tidak ada yg istimewa dari iklan tersebut. Seperti iklan-iklan lainnya yg selalu mengklaim dan membujuk masyarakat utk selalu “bersama” mereka. Namun, setelah dua kali, tiga kali, empat kali…saya melihat ada yg aneh dan janggal dengan iklan ini. Hal terparah yg membuat saya tidak kuasa utk tidak menuliskannya di blog ini adalah klaim Partai Demokrat bahwa harga BBM turun berkat meraka. Tidak disinggung sedikitpun latar belakang sebenarnya kenapa BBM bisa turun. Tiga kali. Baru kali ini dalam sejarah Indonesia. Huex…

Padahal kalau mau jujur, penurunan harga BBM karena kan harga minyak mentah dunia juga ikut turun. Karena resiko dan krisis global. Turun yg amat sangat curam. Sehingga, siapapun yg duduk dalam pemerintahan kali ini “wajib” utk menurunkan harga BBM. Dan sangat logis jika kemudian harga BBM dalam negeri turun karena terjadi penurunan harga minyak mentah dunia. Bukan karena jasa partai. Jelas-jelas ini penipuan dan pembodohan masyarakat. Penipuan model baru yg secara nyata dilakukan di depan publik secara nasional. Dan sekarang terkuak mengapa SBY menurunkan harga BBM di “icrit-icrit” sampai 3 kali dengan penurunan yg sangat kecil-kecil. Alasannya jelas, utk membuat iklan politik seperti ini. 3 kali harga BBM turun dalam sejarah bangsa Indonesia.

Dan kenyataan dilapangan, meskipun harga BBM turun, tapi kebutuhan pokok masih belum juga turun dan ada indikasi naik. Kita ambil positifnya saja dari iklan ini, yaitu semakin jelas bahwa partai2 di Indonesia ini hanya mementingkan kepentingan partainya tidak mementingkan masyarakat. Sehingga kalaupun nanti tidak memilih jangan kemudian di cap sebagai warga yg tidak nasionalis. Apalagi dicap haram. Weleh weleh…

 


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • Live
  • MisterWong
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • YahooMyWeb

Comments



12 Comments so far

  1.    benwal on January 19, 2009 11:39

    setuju, BBM turun karena harga minyak dunia yg turun, lagipula upaya penurunan BBM tsb kan nggak dilakukan sendiri oleh Partai Demokrat, partai lain seharusnya boleh ikut mengklaim karena ada anggotanya yg di pemerintahan SBY, spt ada Wapres dan Menteri2 di kabinet yg berasal dari berbagai partai

    @ emang partai yg aneh :(

  2.    suamimalas on January 19, 2009 12:28

    lucunya waktu naik yang disalahkan ‘kondisi’ di luar sana yang mengharuskan untuk naik…Dan tidak bisa melakukan apa-apa

    Tapi begitu turun ‘kesannya’karena jasa mereka…huihihi… :D

    @ hehe…pusing dah mikirin partai..

  3.    andivan on January 19, 2009 12:36

    harusnya kampanye itu dengan kode etik ya..

    @betul mbk. cuman, kalo udah partai yg kampanye, ya begini ini jadinya…:(

  4.    faiz on January 19, 2009 18:51

    sebuah klaim yang gak pantas dipublikasikan.

    @ nah itu na. koq tega2nya partai demokrat kayak gitu. sungguh kejam..hehe

  5.    winmit on January 20, 2009 10:36

    wkakakakak ………. emang pembodohan rakyat … …

    harga minyak kan turun, emang karena harga minyak dunia turun, bukan karena SBY presidennya.

    pencitraan demi kemenangan PEMILU … … gawaaaaattttttttttttt :(

  6.    winmit on January 20, 2009 11:13

    sewaktu turun dibilang hasil karya atau ‘jerih payah’ pemerintah ……………

    sewaktu menaikkan gimana tuh wahai om SBY-JK!!!

  7.    winmit on January 20, 2009 11:24

    itu salah satu klaim keberhasilan pemerintah saat ini katanya, sekali-kali kegagalan pemerintah juga di ekspose donk ……

    wkakakakakak (hm, hatrick nih di blognya om paijo)

    @emang keterlaluan tuh. Ga fair sama sekali. Wah sampeyan buat hat trick..hadiahnya apa ya? bentar tak pikirnya dulu hehe..:)

  8.    Mas Koko on January 20, 2009 21:13

    Semua ingin mengakui, tinggal rakyat yg menilai :)

    @betul mas koko. lha sampeyan ga nyalon ta?

  9.    Didit on January 21, 2009 13:24

    Tull….

    Demokrat bullshit ah…..
    diturunin apaan…..???
    lha wong tetep 4500 perak….

    kirain jd 1000 perak…
    kl turunnya segitu…boleh deh….
    …tak coblos !!

    @ oh bro, tumben mampir. thx cak. aku melu nyoblos nek emang mudune sak mono..hehe..

  10.    Sumintar on January 22, 2009 16:10

    Kang iklan itu sangat berlebihan,

    Dibuat buat dan kadang banyak tipuan, agar orang tertarik.

    Susah juga kalau hal itu juga diterapkan ke Iklan Politik.

    Semoga rakyat tetap tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

    @ iya pakdhe. rakyat Indonesia kan semakin cerdas…thx dah mampir pakdhe

  11.    niorman on February 11, 2009 15:00

    Betul, waktu minyak dunia naik, mereka bilang siapa yang bisa cegah, ini kejadian dunia, bukan salah SBY. Padahal kita gak nuntut dia melampuai kemampuannya, ya gak mungkinlah dia bisa kontrol harga dunia, tapi yang kita tuntut, minyak kita yang 1 juta barell/hari itu kemana???? kok kita harus beli semua dengan harga dunia. Nah, sekarang harga minyak dunia yang selama ini jadi acuan mereka, turun, bahkan anjlok akibat krisis amerika, bukan berkat jasa sby atau demokrat (semua tahu itu, orang paling bodoh juga tahu), lho kok gak turun segera harga bbm, tapi diulur-ulur. Karena desakan masyarakat, dan juga untuk popularitas jelang pemilu, akhirnya turun juga tapi dikit2, dan gak sebanding dengan kenaikan sebelumnya dan harga dunia yang semestinya. Lalu,penurunan harga tsb sekarang dipake partai demokrat untuk jual lagak kalo berkat jasanya maka harga BBM turun (lha yang naikin juga SBY). Phuihh, jijai. Harga BBM harus turun karena harga dunia anjlok, kalo gak turun, jahat banget, itu keharusan. Padahal dengan turunnya harga BBM, harga barang gak turun, tapi si Darwin klaim harga kebutuhan pokok turun. Kata pembantu saya, pedagang tempat dia belanja bilang, beli aja di TV atau di kantor partai kalo harga di sana turun.
    Kata Darwin juga, pendapatan masyarakat naik, yang mana? Antre angpao aja makin berjubel. Ini mirip klaim si bakrie.
    Juga, kata si sondakhkhkhkh, anggaran pendidikan tertinggi sepanjang sejarah negeri ini merdeka, yang bener??? Kok sekolah tetap mahal??? Sekolah negeri kok, kalo swasta ya maklum aja. Kalo 20% itu bener2 direalisasikan, kemana larinya anggaran sebesar itu??? Salah sasaran, atau korupsi lagi??? Jaman orba jauh lebih murah, meski gak gratis. Pendidikan gratis sampe smp (???) baru wacana, itupun mungkin cuma sekolah2 kampung yang gak berkualitas (nah, kualitas aja gak merata). Kalo DKI, dari kemarin2 sd n smp reguler sudah gratis, tapi begitu standar nasional, bayar juga, mahal lagi. Tapi bagaimana pemda yang gak sekaya DKI??? Lalu, UU BHP, menurut irwan prayitno dari PKS, UU ini bagus banget, peduli rakyat, tapi mesti 1/3 biaya ditanggung siswa, untuk sekolah2 standar minimal, nah gak jelas, yang mana, tapi klaim si irwan, maksudnya standar nasional. Lha, siapa yang jamin terjemahan di diknas sama dengan pikiran si irwan??? Tai kalo kita kritik hal ini, semua warga PKS belapati, semua yang didukung PKS pasti bener, gak boleh disalahkan.
    Lalu golkar, kita tahu siapa mereka sejak jaman orba. Seperti kata bakrie di tv, dia nolak fakta kalo rakyat makin miskin, jadi antrean zakat, banyaknya blt, antreanm kurban, antrean angpao, dll, bukan indikator kemiskinan. Dia ngotot rakyat makin sejahtera, katanya angka statistik dong yang dipake, jangan tayangan TV, itu cuma sebagian kecil. Padahal BPS turunkan angka standar miskin dari rp550 ribu ke rp155 ribu per bulan untuk sekedar tunjukkan turunnya angka kemiskinan, dan belum pertimbangkan kenaikan harga yang terus menerus. Lagi2 upaya menipu rakyat dengan angka2.
    Dari masang iklan dan komentar2 yang nipu aja, sudah nampak liciknya, gak layak partai2 seperti ini dipilih rakyat. Apa iya rakyat bisa ditipu dengan iklan butut gini, kan rakyat yang ngerasain apa bener klaim mereka itu di kehidupan sehari2. Mudah2an rakyat kita gak mau ditipu lagi, saya yakin ini semua untuk konsumsi pemilu saja, entar kalo sudah kepilih lagi, balik ke sifat aslinya. Nah, pada saat rakyat kecewa, lalu ngambek gak mau milih, eh mui fatwa haram yang gak mau milih, masuk neraka. Gak ada fatwa wuntuk wakil rakyat yang berkhianat, pemimpin yang nyengsarain rakyatnya, gak ada sepatahpun komentar ulama2 antek penguasa ini. Lagi2 rakyat yang digencet. Betapa pongahnya si yakub imam besar istiqlal itu. Saya pingin lihat nanti, apa bisa masuk sorga orang yang jual fatwa dengan cara yang bodoh itu. Rasulullah berkata : bukan umatku orang2 yang berjalan berdampingan dengan orang2 zalim.

    @ semoga mereka diberi hidayah ya pak. Amin.

  12.    maya on April 23, 2009 10:54

    jangan sibuk mikirin partai masih mending benahin tu kampung tempat kita tinggal.spy trhindar dari kelaparan dsb.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind