Feb
14
Tulungagung; akhirnya aku kembali pulang
February 14, 2009 | Tagged Tulungagung |
Setengah tahun sudah kumeninggalkanmu. Mencari sesuap nasi di seberang pulau. Setengah tahun mungkin bukan waktu yg lama bagi sebagian orang. Tapi bagi diriku, itu merupakan waktu yg cukup lama utk tidak mengunjungi Tulungagung dan kedua orang tua ku. Tulungagung merupakan sebuah kota di dalam wilayah Propinsi Jawa Timur. Kotanya kecil, namun penuh dengan kedamaian. Marmer merupakan idola yg cukup bisa dibanggakan dari kabupaten ini. Batu marmernya telah menghiasai gedung/bangunan penting di Indonesia. Salah satunya adalah masjid Istiqlal di Jakarta.
Namun sekarang, kerajinan batu marmer mengalami masa sulitnya. Cukup banyak perubahan yg terjadi di kota kecil ini. Di kotanya, di siang hari, panas cukup menyengat. Hampir mengalahkan panasnya kota besar macam Surabaya. Namun karena aku tinggal di desa, suasana sejuk pagi hari dan semilir angin di siang hari masih menjadi idolaku. Desa Sepatan. Desa yang mungkin tidak semua orang Tulungagung tahu akan keberadaannya. LOH…:) Iya, desa kecil yang biasa saja. Desa yang laju pembangunannya sangat lambat. Hanya anyam2an bambu yg menjadi andalannya. Sekarang semakin sulit memasarkannya karena kalah dengan produk dari bahan2 plastik.
Suasana desa masih sangat terasa. Hah..lega aku rasanya. Sudah lama tidak menghirup udara sesegar ini. Kicauan burung di pagi hari. Loncatan2 tupai2 kecil di sore hari. Jalan depan rumahku sekarang udah dipasang paving. Ya,..mungkin hanya ini yg berubah. Tapi ketetap suka dengan desa ini.
Namun sayang, cuma seminggu ku berada di desa ku ini. Kuharus pergi lagi utk mencari sesuap nasi utk anak dan istri. Tapi pagi ini, aku sangat senang. Bisa cangkruk depan rumah ditemani secangkir kopi dan sebatang rokok serta kicauan burung. Ehm..sungguh nyaman dan menentramkan jiwa raga. Ke depan, kejadian seperti ini akan selalu kuidam-idamkan. Mungkin dengan bikin peternakan ikan, atau jamur tiram putih. Mungkin tidak dalam waktu dekat. Tapi aku punya cita2 memajukan desaku dan tetap menikmati indahnya pagi hari.
Comments
9 Comments so far















wakakakk. akhirnya pulang juga kang… enak to kang mulih neng kampunge dhewe..
@ uenak tenan mas.
keduaxxx !!!
gak pertamax
gak bensin
gak solar
@ wew…lha terus apa dong
Senandung nyanyian burung memang tiada duanya, menentramkan sanubari booo
Salam hangat
Ben
http://benedikawidyatmoko.wordpress.com
http://benagewe.blogdetik.com
@ iya bro. salam hangat kembali. terima kasih udah mampir.
peternakan ikan keknya seru tuh…
@ pengennya gitu jeng…hehe
Bp. Nanang, YSH
Terima kasih atas pujiannya, memang kami meluncurkan tulisan INTERNET MARKETING from AREMA yang didasrkan pada perjalanan kami dalam meraih kesuksesan di dunia internet. Dengan bahasan Rajanya Memanfaatkan Fasilitas Gratis.
Silahkan juga kalau sudah mampir ke Pak Dhe mampir juga dirumah kami, disini juga ada dua kamar yang kosong plus sepeda motor dan mobil jika mau dipinjam.
Demikian yang kami sampaikan, terima kasih banyak.
Hormat kami, Agus Setiyawan
081 333 841183, 0341 5455330
http://piranhamas.wordpress.com
[...] yg ga neko2. Saya salah satunya hehe..huek. Narcis dikit lah. Saya lahir dan dibesarkan di Tulungagung. Sebuah kota kecil yg penuh dengan kedamaian dan [...]
salam kenal dari blogger cah tulungagung http://www.citago.net
I strictly recommend not to hold back until you get enough amount of money to order different goods! You should get the home loans or commercial loan and feel yourself comfortable
I do not even realize how to confess that I utilize the essay writing service for essays writing. Don’t think I’m indolent! I just want to have higher rates!