Feb
19
Weleh weleh,…lg musin caleg-caleg an ternyata. Tak terkecuali di desa saya. Desa yang cukup kecil dengan penduduk yang tidak begitu padat. Kebetulan seminggu ini saya pulang kampung ke desa kelahiran saya. Sungguh ada aroma yg berbeda ketika memasuki perbatasan desa. Banyak sekali gambar2 terpampang di sana. Siapa lg kalo bukan foto caleg beserta gambar partai dan nomor urutnya. Contreng saya ya. Namun yg lucu, masih aja ada yg mengajak dengan mencoblos. Jangan lupa coblos sarunge. Hehehe…Dengan PD nya dia berpose dengan menggunakan sarung yg dilingkarkan ke lehernya dan ada gambar paku yg menusuk sarungnya. Perasaaan, mencoblos udah ga musim ya..?? Ato saya yg salah ?
Gegap gempita pemilu legislatif begitu menyihir semua orang di kampung. Dimana-mana ada gambar2 kampanye yg merusak pemandangan. Banyak orang mencalonkan diri menjadi calon legislatif. Entah utk kabupaten, propinsi maupun DPR pusat. Tak ketinggalan, ada 2 orang di desaku yg mencalonkan diri menjadi caleg DPRD tingkat II. Yang satu orang, saya ngga akan membahasnya. Karena saya pikir dia cukup capable di tingkat DPRD kabupaten. Namun yang satunya, membuat tangan saya gatal utk sekedar menulis di blog ini.
Dia seorang perempuan, istri seorang mantan kades di desa saya. Saya cukup terkejut mendengar dia maju menjadi caleg. Modal apa yg dia siapkan utk menjadi caleg. Itulah yg ada di pemikiran saya. Secara organisasi, dia tidak punya pengalaman apa-apa. Menjadi kader partai pun tidak. Tidak ada kawah candradimuka yg bisa menempanya utk berkiprah menjadi legislatif yg mewakili masyarakat. Delapan tahun dibawah kepeminpinan suaminya, desaku ngga ada kemajuan sama sekali. Mungkin hanya rutinitas pemerintahan yg dia jalankan. Pembangunan, baik fisik maupun SDM desa tidak pernah dia sentuh. Kata bapak saya, kondisi dia sekarang ini, buat makan aja susah.
Modal menjadi caleg ada 2 macam menurut saya. Pertama modal materi dan yg kedua adalah modal kemampuan. Modal materi jelas. Semua bentuk kampanye memerlukan biaya. Denger2, kalo mau maju caleg lewat partai harus setor dulu sejumlah uang. Harus ada selamatan dan mengundang tetangga2 utk mendeklarasikan diri maju jadi caleg. Harus sowan ke petinggi2 partai supaya bisa dijadikan caleg. Dan sowannya ngga gretongan (gratisan.red). Lalu modal yg kedua adalah modal kemampuan. Kemampuan utk berkomunikasi, kemampuan berorganisasi, kemampuan bargaining, kemampuan melihat mana yg lebih penting, kemampuan menghandle pendukung, dan sederet kemampuan2 lainnya yg menunjang pekerjaan nya sebagai wakil rakyat.
Saya melihat, apa yg ditunjukkan salah satu caleg dari desa saya ini adalah modal angin. Kosong mlompong. Modal materi mungkin bisa ngutang sana sini. Ntar kalo dah jadi kan bisa dikembalikan dari uang korupsi, uang titipan, ato uang2 lainnya lah. Tapi modal kemampuan, dibutuhkan setidaknya pengalaman yang cukup banyak dan berkualitas. Modal kemampuan tidak bisa didapat secara instan. Butuh jam terbang dan histori yg cukup. Tidak cukup dengan pelatihan singkat ataupun bahkan hanya dengan pembekalan dari partai yg dia daftar di sana.
Dan ini saya yakin tidak hanya terjadi di kabupaten saya. Di tingkat propinsi pun saya pikir ada yg seperti ini. Cuman bedanya, modal materi mungkin lebih banyak. Dengan melihat kenyataan seperti ini, saya semakin yakin utk tidak memilih siapapun dalam pemilu nanti. Saya ngga akan memilih orang2 yg hanya ada tempelan foto di sana sini. Saya ngga akan milih caleg dengan modal angin. Bussssssssssssssss. Ngobos begitu saja.
Comments
8 Comments so far















wah kan bukan lagi mencoblos tapi mencontreng…iyakan…..
makasih atas kunjungannya om…
moga negara nih bebas dari kaum yang jahiliyah kaya para koruptor yang haus akan kekayaan…
@ amin om. semoga indonesia sejahtera
Itulah yang bikin saya mau mencontreng logo KPU
@ ada ada saja sampeyan mas..:)
Wah ada ada saja caleng modal angin, seperti kentut itu juga modal angin mas.
Salam sukses
@ iya pakdhe, lha calegnya cuman modal itu doang. wus wus wus wus wus…:)
asal jangan angin kentut yah.. hehehehe
@ nah itu nah modalnya
Smoga saja caleg2 didaerah yg lain tdk seperti Caleg yg ditempatmu Bro
ckckck ..
Salam
@ semoga ya bro. Amin
pokoknya aku pilih caleg/partai yang gak masang pamfletnya di pohon
@ kalo di tiang listrik gmana ?
wkkw… hari gini masih nyoblos… hebat tenan tuh caleg…
@ terlalu semangat kali bro
Caleg modal angin.. Awful