Gonjang ganjing dunia politik Indonesia semakin seru utk disimak dan semakin kelihatan ke arah mana partai-partai akan berkoalisi. Sebagai pemenang di pemilu legislatif 2009, setidaknya versi quick count & tabulasi nasional sementara KPU, Partai Demokrat bak seorang raja. Mempunyai bargaining yg besar dan bebas memilih siapa saja utk di ajak berkoalisi.

Namun sejatinya posisi Demokrat tidaklah seaman yg diperkirakan. Kubu PDIP sebagai penantangnya juga sudah membuat ancang2 dan melakukan langkah-langkah strategis dengan mengumpulkan sebanyak mungkin tokoh partai yg “merasa” kalah dalam pemilu legislatif ini. Tak tanggung-tanggung, mereka menggugat pelaksanaan pemilu legislatif yg dilaksanakan 9 April kemaren. Tentu, ini bukan sebuah ancaman yg main-main.

Disisi lain, Golkar dikabarkan kembali merapat ke kubu SBY dan mempertimbangkan kembali utk berduet dengan SBY. Beberapa hari kemarin, JK sempat berkunjung ke Cikeas utk bertemu dengan SBY. Sontak, langkah ini membuat PKS kebingungan. Karena sudah digadang2 akan commit dengan SBY dan denger2 sudah mengajukan HNW sebagai cawapres.

Sebagaimana kita ingat bersama, beberapa waktu sebelum pemilu legislatif, JK sempat berkunjung ke kantor PKS. Dan saat itulah, banyak orang mengira bahwa Golkar akan berkoalisi dengan PKS. JK sebagai capres, dan HNW sebagai cawapres. Namun, ditengah masa kampanye, katanya banyak masukan dari kader PKS bahwa mereka tidak mau berkoalisi dengan Golkar. Dan memang pada saat itu, golkar juga kelihatan kurang serius dlm menindaklanjuti kunjungannya ke PKS waktu itu.

Golkar - PKS pun tidak jadi dan hanya sekedar wacana. Banyak kader PKS yg katanya lebih cocok jika berkoalisi dengan Demokrat. Maka, di akhir2 masa kampanye, PKS terang2an ingin berkoalisi dengan demokrat. Demokrat pun menyambut dengan tangan terbuka. Apalagi setelah melihat hasil pemilu legislatif, PKS mengalami kenaikan jumlah pemilih yg lumayan (berdasar quick count & tabulasi sementara KPU).

Namun, kenyataan pahit harus diterima golkar. Perolehan suara tidak memenuhi target dan diperkirakan hanya memperoleh 14% suara. Pencanangan JK sebagai capres pun mengalami revisi. Dan kelihatannya JK pun tidak PD dengan hasil yg diperoleh jika harus melenggang sendirian, membuka front baru dengan SBY yg masih mempunyai elektabilitas yg tinggi. Yang menjauh pun kembali mendekat, berharap koalisi sebelumnya akan terus dilanjutkan.

Demokrat pun tersenyum, enak ya jadi raja. Bisa pilih sana sini hehe…:). Bagaimanapun kesempatan ini kemungkinan besar akan diterima Demokrat, karena Demokrat ingin mendapat dukungan penuh dari senayan. Dan perolehan suara golkar di senayan/DPR RI mampu memperkuat suara Demokrat di senayan dan pemerintahan pun menjadi stabil. Setidaknya jika dibandingkan ketika harus berkoalisi dengan PKS yg suara di DPR tidak sebanyak Golkar. Namun, kalau utk pertimbangan mesin politik perolehan suara, PKS tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak kader militan dan selalu sendiko dawuh pada pimpinan.

Mulai kebingungan, melalui Anis matta, PKS mengultimatum akan keluar dari barisan koalisi Demokrat jika Golkar ikut bergabung. Hehehe…ada yg cemburu nih ye. Menjadi menarik kemudian utk melihat kemana PKS akan berkoalisi jika memang Golkar kembali lagi bergabung dengan Demokrat.

Apakah akan benar2 keluar dari koalisi dengan Demokrat ?? Lha terus kemana dong ? Lari ke PDIP ?? Kayaknya ngga mungkin ya. Kecuali mereka sudah merevisi, bahwa pemimpin perempuan tidak masalah dan suara2 dari para kadernya diabaikan.

Apakah akan menjadi oposisi ?? Saya kira masih belum cukup berani. Entah kalau nanti setelah Pilpres. Ataukah menarik ucapannya kembali dan tetap berkoalisi dengan Demokrat yang itu berarti juga berkoalisi dengan Golkar? Kita tunggu saja.

Koalisi Demokrat-Golkar-PKS, bisa saja terjadi. Ini politik Bung !!!


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • Live
  • MisterWong
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • YahooMyWeb

Comments



18 Comments so far

  1.    Sumintar on April 16, 2009 15:51

    Semua serba mungkin, yang terbaik untuk negeri ini yang terpenting

    @ amin pakdhe.

  2.    easy on April 16, 2009 15:59

    PKS berkoalisi aja sama partai2 yng kecil2 yang ga ada suara. soalnya kasian dgn partai2 kecil itu :D
    @ hehe..ide cerdas mbak. semoga didengar

  3.    teddy on April 17, 2009 15:36

    ..PKS sebaiknya tetap menjadi PKS..seperti periode 1999-2004..prinsip jangan dilanggar hanya demi kekuasaan!

    @ semoga bisa istikomah. saya yakin kader2 yg dibawah bisa, namun para elit yg diatas haus kekuasaan.

  4.    ruanghati on April 17, 2009 16:54

    kalo dah omongin pemilu . ribet yah…, kemaren katanya marahan terus sekarang baean lagi ..

    bagi2 kue kekuasaan, apapun dijalani
    :-)
    *kemana aja mas .. ??

    @ yah, itulah politik. kemana aja ? ga kemana mana nih.

  5.    puisipantun on April 17, 2009 18:06

    Wuih rumit kali politik indonesia ini.

    @ easy going aja mas…itulah politik.

  6.    rismaka on April 17, 2009 19:26

    Iya, begitulah gambaran politik demokrasi khususnya di indonesia. Semuanya ga konsisten. Hari ini bilang A besok mungkin bisa bilang B.

    Saya pribadi lebih memilih menyendiri di dalam dunia perpolitikan demokrasi, bukanya apatis atau apolitis, tapi sekali lagi ini kan demokrasi (katanya) yang bebas berpendapat.

    Well, mas paijo sendiri dukung koalisi mana nih? :)
    @ dukung mana ya ?? secara kemaren aja golput. hihihi…

  7.    Pasuruan on April 17, 2009 21:01

    Barangkali yang lebih baik PKS berdiri sendiri aja…

    @ masak sanggup mas ??? perolehan suaranya berapa ? mungkinkah mau jadi oposisi ?? kayaknya ga mungkin deh.

  8.    forlan on April 17, 2009 23:23

    bisa saja semua bisa memungkinkan bisa jadi PKS dengan mbak mega who’s know?
    http://pendengardakta.blogspot.com/2008/10/sikap-akomodasi-yang-akan-dilakukan.html

    @ah masak PKS mau pemimpin perempuan ??

  9.    ali on April 18, 2009 11:15

    namanya aja..di tempat orang mas lain jd harus sedikit menularkan ilmu nya he…salam

    btw, demokrat-PKS koalisi..amin…he..

  10.    Andi on April 18, 2009 11:28

    kolak isi Demokrat-Golkar-PKS? wah mawut mas…. coba aja tanya sama mas Bondan Winarno… :-D

  11.    Dewi on April 18, 2009 21:43

    Politik memang sulit ditebak

  12.    buJaNG on April 18, 2009 23:53

    Klo golkar sampe berkoalisi lagi dengan demokrat apa nggak malu? Dah g inget ucapannya dulu kayaknya…

  13.    Ravatar on April 19, 2009 10:47

    Politik seharusnya upaya untuk mensejahterakan rakyat dan bangsa. Politisi pusing mengkalkulasi perimbangan posisi dan negosiasi kekuasaan, rakyat bingung karena tidak pernah masuk kalkulasi…

  14.    Syamsul Bachri Usman on April 20, 2009 05:19

    jika melihat hasil sementar pemilu legislatif kemarin… banyak hal bisa terjadi,,, tapi pribadi saya mungkin lebih cenderung jika Demokrat-PKS atau tetap Demokrat-Golkar… hehehe

  15.    rayani on April 20, 2009 12:40

    PKS, jangan melakukan kebiasaan anak kecil, yang sebentar-bentar ngambek. Tetap saja bergabung dengan Demokrat walaupun Golkar ikutan disitu. bersikaflah cerdas disaat bernego dengan sby, karena kalau sampai keluar kami yang kecewa berat. Walau bagaimanapun tetap hati kecil kami adalah SBY presiden dan wakil presiden siapa saja ?. menjadi lah POLITIS ULUNG. pesan saya jangan suka ngambek …….

  16.    bung yogi on April 23, 2009 07:12

    Dukung PKS berpihak pada kebenaran..
    bukan pada yang berkuasa,
    2004-2009 sudah terbukti, koalisi dengn demokrat tak begitu berarti,
    peran serta n kontribusi partai2 anggota koalisi,
    hanya di klaim karya dari demokrat semata,
    pembodohan publik..

     PKS..netral aja

  17.    bung haham on April 26, 2009 19:41

    Saya sepakat dengan pendapat bahwa bila SBY koalisi dg HNW malah jadi bumerang, bisa2 yang menang akhirnya malah Megawati. Gak usah ikut koalisi2an, independent saja. Atau saya setuju jika PKS menggalang kekuatan sendiri dengan partai2 menengah dan kecil. Coba dulu, dekati PAN,PKB,P3, PBB,GERINDRA,HANURA dll. Malah capreskan saja HNW. Syukur2 cawapresnya Prabowo atau Wiranto, atau Sutrisno Bachir, atau bisa saja Muhaimin, Yusril, atau tokoh2 besar lain tapi partainya jeblok, misalnya Ryas Rasid dsb. Isnyaallah berhasil, Allah meridhoi.

  18.    hasi on April 27, 2009 20:29

    kalo memang di suruh memilih pasti saya akan memilih yang paling bersih..
    kata nya PKS bersih,,yaudah pilih itu aja mas,,
    pemimpin nya juga Insya Alloh Islami

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind