Aug
19
Tommy Suharto, Golkar dan Demokrasi
August 19, 2009 | Tagged gokar dan demokrasi indonesia, tommy suharto kembali ke politik, tommy suharto maju jadi ketua umum golkar |
Cukup mengejutkan bagi saya, ketika Tommy Suharto memutuskan kembali ke dunia politik secepat ini. Terlebih lewat jalur partai Golkar yg kelahirannya dibidani oleh ayahnya sendiri, Alm. Soeharto. Saya pernah berpikir, Tommy pasti akan kembali ke dunia politik (tapi tidak secepat ini) dan dia akan membuat partai baru atau mungkin akan join ke salah satu partai baru. Gerindra misalnya, dimana di sana ada Prabowo yg cukup dekat dengan kalangan keluarga Cendana.
Tapi sampai detik ini, pikiran saya salah. Tommy lebih memilih partai Golkar utk kembali terjun di dunia politik. Sebagaimana diberitakan banyak media, Tommy Suharto ingin bersaing untuk menjadi ketua umum Golkar menggantikan Jusuf Kalla yg dinilai banyak orang gagal dalam membesarkan golkar. Persaingan utk menjadi ketum golkar semakin memanas. Dimana sudah ada 4 calon yg terang2an ingin maju. Ada aburizal bakrie, surya paloh, yuddy chrisnandi dan ferry mursyidan baldan. Jika Tommy jadi maju, maka dipastikan akan semakin ramai dan dinamis.
Golkar dan orde baru sulit utk dipisahkan. Golkar selalu identik dengan orde baru. Pasca reformasi, citra tersebut sekuat tenaga diubah oleh akbar tanjung dan juga jusuf kalla. Golkar mengklaim bahwa partai golkar adalah partai yg paling berhasil mereformasi diri. Golkar baru, yg tidak ada lagi sangkut pautnya dengan orde baru (cendana). Namun, dengan masuknya Tommy sebagai kandidat ketum, bisa jadi apa yg telah dilakukan oleh akbar tanjung dan jusuf kalla menjadi sia2 belaka. Golkar bisa blunder jika kemudian Tommy berhasil menjadi pimpinan di parta beringin ini. Ngga ada lagi reformasi, yg ada mungkin Tommy akan meneruskan model kepemimpinan seperti ayahnya. Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.
Golkar sendiri sebenarnya terpecah 2 kubu besar. Yaitu kubu aburizal bakrie dan kubu surya paloh. Back up finansial dari keduanya begitu besar. Meskipun Ical turun posisi di jajaran orang terkaya di Indonesia, namun dananya masih saja besar. Nah, apakah Tommy akan membentuk poros baru ? Dukungan finansial Tommy juga sangat besar dengan bisnis2 yg dia kembangkan. Bukan barang baru, jika yg paling besar mempunyai dana maka kemungkinan besar utk menjadi ketum semakin mudah tercapai.
Sekarang pertanyaannya, jika Tommy terganjal oleh aturan internal partai bahwa calon ketum harus sudah pernah menjadi pengurus golkar, kemanakah dukungan dia akan mengalir ? Apakah akan ke surya paloh, yg notabene selama ini lebih dekat dengan cendana ?. Tapi perlu diingat, aturan tersebut dapat dirubah jika dikehendaki.
Lalu, bagaimanakah nasib demokrasi di Indonesia jika Tommy benar2 menjadi ketum, atau setidaknya menjadi pengurus inti partai golkar ? Susah diprediksi. Yang pasti dia akan sekuat tenaga kembali ke pemerintahan lewat partai tsb. Jika melihat karakter Tommy, mungkin dia akan mengikuti pola2 yg diterapkan oleh alm. ayahnya dulu. Stabilitas nomor 1. Demokrasi, nanti dulu. Toh, sekarang pasca reformasi kehidupan bangsa ini juga tidak lebih baik. Jangan lupa, masih banyak yg menginginkan keadaan seperti dulu. Sembako murah, BBM murah, kehidupan tentram, ngga ada bom2an, teroris, dilecehkan negara tetangga, dll. Dulu, semua orang bisa jadi intel pemerintah. Maka nurdin m top pun dipastikan ngga akan bisa lolos hehehe…:).
Saya tidak ingin menyimpulkan apa2 dari tulisan saya ini. Yang pasti, fenomena Tommy suharto, golkar dan bagaimana nasib demokrasi negara ini, menjadi suguhan perbincangan baru ditengah2 obrolan2 tentang teroris, Agustusan dan berita2 hot lainnya.
Go a head Indonesia !!!

Tuliskan katrokmania sebagai coupon number untuk mendapatkan diskon 10% di lessthanthirteen.com
Comments
31 Comments so far
















wah, bahaya nih. koq golkar ketumnya identik dengan yg punya uang banyak ya..?
da urus perusahaan aja, buka lapangan kerja aja kau tomm.. kau ni sibuk2 urus politik pulakk ahh…
Hanya satu kalimat:
“Saya gak yakin Tommy Menang”.
Tommy ?…..apa tidak ada yang lain ?
Tommy dah ga ada kerjaan laen ya. inget dia pernah ngapain di masa lalu
Hebat juga bung Tommy berani masuk ke dunia politik secepat itu.
saya malah berpikir kalau dia tidak akan pernah ikut ke dunia politik lg. hehe
waduh……. apa kurang bnyak ya mereka makan hak rakyat? kalau tommy kembali lagi bakalan jadi juara 1 lagi indonesia sebagai negara terkorup
terjun kedunia politik adalah hak asasi yg harus dihormati,termasuk tomy soeharto yg ingin membesarkan golkar kembali,semua punya hak memilih dan dipilih….!tua muda pemimpin golkar dan PDIP serta partai lain pasti mengalami regenerasi….yg tua pasti mati alias berakhir produktifitasnya…yg muda pasti bisa kalau didukung dengan kepercayaan 100%…tapi siapapun ketum golkar harus konsisten terhadap azas Pancasila dan NKRI…Harus berani memberantas terorisme dan membubarkan semua organisasi yg bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila…jika dipercaya rakyat menjadi anggota parlemen atau berkuasa di 2014…saranku berkoalisilah dan bersatulah semua parpol yg berasaskan Pancasila…jgn lagi mau diadu domba oleh sejarah Orla,Orba,dan orde reformasi….karna jika semua partai nasionalis yg berasaskan Pancasila bersatu…maka TIDAK AKAN ADA LAKI kekerasan,perang suku,agama,dan kelompok2 yang ada….salam perjuangan dari saya salah satu anggota PDIP…..MERDEKA….!
Boz…klu sempet aku minta nama blogku diganti Ada Apa Yep…ya, jangan Yepiye
Hak Tommy…. mau bikin republik sendiri juga ya monggo……
untuk bung TOMY :bgma kalo bikin partei wanita cantik indonesia… pasti disukai tuh, apalagi kalo rapatnya di pantai2 Bali…wah banyak deh pengikutnya artieesss…hhhmmmmm nasyib…nasyiiibbbb…!!! sungguh malang negeri ini, presiden/ketua partai/pejabat/pengurusnya L4 (bukan kami atau mereka yg laen)
Lanjutkan Tom…Kamu Bisaaaaa….
SETUJU klu Tommy bisa jadi ketum GOLKAR…bila perlu jadi Presiden 2014-2019. yang jelas saya Rindu Zaman Soeharto, dimana kita benar2 merasakan kehidupan yang nyaman. ga pernah takut besok ga makan…kalau skr tau aja sendiri….semua serba susah, mau investasi aja perlu mikir ribuan kali…^^
wahhhhh,,,,,gimana yah,,,emang seah buah ga akan jauh dari pohonya,,,,tapi dia kan juga punya hak yang sama,,,,,yah kita berharap ajah ekonominya seperti dulu tetapi juga ada reformasi,,,heheheh
Ditanya satu2 seluruh penduduk indonesia,enak,tentram,nyaman sejahtera jaman pak Soeharto ato jaman pasca Soeharto, dah dpt dikira kan jwbnya..,
Lgpl kenapa harus memilih pemimpin yg telah cacat nama? Masih ada ribuan calon pemimpin yg berlatar belakang baik kok…
Aku yakin tomy akan mebalikan cibiran negatif semua orang、kenapa dia ingin memipin gokar karena dia ingin menebus dosa dimasa lalu.dia ingin berbuat baik ayo kita dukung
tomy? tidak salah nih negara mau dibawa kemana? sistem preman kali ya. Mau jadi hutan belantara lagi ya.
Tommy Soeharto????????
ko’ pede ya. Dia kan dah mencoreng nama baiknya sndiri.
awalnya pgn jadi Ketum Partai, lalu, pgn jadi Presiden, ujg2nya jd Penguasa yang seenaknya sendiri, menggerogoti uang Negara. Menumpuk harta yang bukan haknya. Ujg2nya yg jadi korban ya rakyat cilik.
He..he…ada ada aja nih ya Indonesia gethu lhoooo selalu aneh
saya yakin Bung Tomy mampu menggangkat martabat bangsa dan memajukan negri ini.mari kita sjenak berpikir bukankah reformis2 sekarang lebih parah di banding orba?korup jalan terus,tidak bisa menjaga martabat bangsa dan membuat keadaan rakyat makin susah.Bung Tomy kembali untuk menebus dosa ayahanda dan meneruskan kemajuan negara yang tertunda oleh reformasi……….
Kalo Tommy bertobat dan ingin menebus dosa2 soeharto sy kira patut diuji!
[...] to Nanang, Tommy's political move is a predictable one, but it's too [...]
[...] to Nanang, Tommy’s political move is a predictable one, but it’s too [...]
wah klo gw stuju tomy berpolitik…tapi gw ga setuju klo harus di partai golkar…
Saya kalau bisa ingin ikut serta ama mas tommy, dan kalau bisa tolong info kan no hp mas tommy atau yg lain2nya
dimana saya bisa cari tahu untuk bisa berhubungan ama mas tommy.
saya dkung bang tomy maju sbgai ketum golkar…
tommy tommy, kagak tobat loe ???
semoga golkar tetap jaya, siapapun yg memimpinnya.
untung tommy ga jadi ketua golkar. weleh weleh…