Semakin aneh aja nih kasus dari hari demi hari. Semakin membuat mumet dan bosenin. Tapi juga semakin membuat penasaran rakyat Indonesia. Meskipun kerja tim 8 udah kelar dan laporan beserta rekomendasinya udah diserahkan ke SBY, bahkan udah diumumkan di khalayak ramai, namun kasus ini masih saja terkatung-katung. SBY belum berani mengambil tindakan. Terkesan mengolor-olor waktu. Entah sampai kapan. Katanya sih sampai senin depan dia akan merespon rekomendasi tim 8.

Padahal situasi di tingkat bawah semakin memanas dengan adanya demo-demo tandingan yg bisa memicu kerusuhan antar pendukung POLRI ataupun KPK. Demo tandingan ini sebenarnya baru muncul di beberapa hari yang lalu. Namun intensitasnya semakin banyak dan massa yg ikut juga lumayan besar. Banyak yg beropini bahwa demo tandingan ini tidak murni dari aspirasi mereka utk “membela” POLRI, namun hanya sebuah aksi bayaran dan ikut2an aja. Lihat saja beritanya di media2.

Saya rasa ini bisa berbahaya jika kedua kubu terlibat gesekan dan benturan di lapangan. Atau memang ini sengaja di “adu” ? Adu domba dengan rakyat Indonesia sendiri. Sungguh keterlaluan jika memang demikian. Ataukah ini respon atas kepanikan orang2/lembaga yg tersudut dalam perseteruan kasus ini. Kasihan rakyat kecil, kasihan masyarakat yg diadu domba. Dapat uang kecil (kalo benar dibayar) utk demo, tp akibatnya malah celaka. Yang di atas mah, enak2 aja. Yang dibenturin sana sini yang dibawah.

Beberapa hari ini juga booming tulisan tentang “Fakta di Balik Kriminalisasi KPK, dan Keterlibatan SBY” yang ditulis oleh seseorang yang bernama Rina Dewreight. Sehari saya bisa mendapatkan berpuluh2 emel tentang tulisan tersebut. Dan hampir di semua milis yg saya ikuti ada tulisan tersebut dan sedang ramai dibicarakan. Dari blog nya pun tidak jelas siapa sebenarnya Rina Dewreight tersebut. Apakah dia seorang wartawan, penulis lepas, praktisi hukum, intelejen atau seorang blogger biasa kayak saya ini. Tulisan tersebut sangat menohok SBY. Bisa jadi kemudian SBY akan mengambil jalur hukum terhadap penulis tulisan tersebut.

Bagai memancing di air keruh, tulisan tersebut seakan menantang SBY, apakah SBY akan membawa ke jalur hukum akibat pencatutan namanya di tulisan tersebut. Atau hanya membiarkan saja, seperti ketika namanya jelas2 di catut dalam rekaman Anggodo yg diperdengarkan di MK kemaren. Padahal sebelum rekaman itu diperdengarkan, SBY dengan lantang dan tegas akan memproses ke ranah hukum bagi siapa saja yg mencatut namanya. Tapi sampai sekarang,…tidak ada tindakan apa2 terhadap yg mencatut namanya. Bahkan setidaknya menuntut utk meminta maaf dan klarifikasi kenapa namanya disebut2 pun tidak dilakukannya.

Lalu, akankah tulisan Rina Dewreight ini akan berujung ke meja hijau ?? Adakah yg tahu siapa sebenarnya Rina Dwereight ini ?? kalo ada yg tahu, kasih tau saya ya….


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • Live
  • MisterWong
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • YahooMyWeb

Comments



32 Comments so far

  1.    sotoy on November 19, 2009 14:10

    pak ketipak tipung, suara gendang bertalu talu..pura-pura bingung, dalemnya century sapa yg tahu. ga nyambung ya..??

  2.    Andy MSE on November 19, 2009 15:13

    saya masih bingung, si rinatu siapa ya? jangan2 terlalu takut untuk mengungkap jati dirinya…

  3.    Herdoni Wahyono on November 19, 2009 15:39

    Boleh demo asal jangan anarkhis dan tetap menjaga ketertiban umum.
    Pro dan kontra adalah hal yang wajar terjadi di negara demokratis seperti Indonesia.
    Semoga kasus ini cepat selesai menuju titik terang dan tidak berlarut-larut.
    Dibutuhkan langkah yang sangat hati-hati dan keputusan yang tepat dalam menangani kasus ini.

  4.    DianRibut on November 20, 2009 04:43

    lha it. . kshan jga pak sby. . serba salah. .

  5.    luxsman on November 20, 2009 15:34

    Itulah Indonesia……

  6.    dwi siswanto on November 20, 2009 18:08

    makanya budaya malu wajib diajarkan pada seluruh rakyat Indonesia, biar nanti kalau jadi Pejabat punya etika dan moral untuk merasa MALU.

  7.    madhal on November 20, 2009 20:54

    nah lho…….

  8.    joshua on November 20, 2009 23:33

    jadi rakyat kecil jangan mudah dibingungkan
    biarlah semua berjalan sesuai dengan hukum
    Indonesia negara hukum, buktikan dengan hukum nanti kan terlihat mana yang benar dan salah.
    Jadi rakyat jangan ikutan memvonis, kita semua tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. KPK? POLRI? semua kan manusia yang tdk luput dari salah, khilaf dan teledor.

  9.    Tessa on November 20, 2009 23:50

    maju terus polri indonesia

  10.    anny on November 21, 2009 12:08

    Aku dukung Polri dan KPK moga mereka kedepannya bisa selaras agar Indonesia aman tentram

  11.    idoe on November 21, 2009 12:43

    coba aja di tes…berapa banyak facebookers yg mendukung POLRI..bisa sampe sejuta gak,ky pendukung bibit - chandra..hehehe

  12.    pasang iklan gratis on November 21, 2009 12:50

    mendukung yang bisa mensejahterakan rakyat indonesia bukan golongan.

  13.    Malcreb on November 21, 2009 19:01

    Soalnya bukan Polri, Kejagung dan KPK. Tapi oknum-oknum yang berlindung dibalik nama institusi tsb.Kita lihat saja bagaimana penyelesaiannya nati: apakah lebih memetingkan aturan yang bersifat legal formal, ataukah rasa keadilan yang dikedepankan. Sebab dari rekaman perbincangan anggodo sudah jelas adanya rekayasa. Dan satu lagi yang mengundang tanda tanya besar: kenapa sampai hari ini polisi belum juga menangkap orang yang bernama Yulianto? Selemah itukah anggota kepolisian kita, sehingga tidak mampu mendeteksi keberadaan Yulianto?

  14.    SHIDQI on November 21, 2009 21:22

    POLISI MANTAB

  15.    anton on November 22, 2009 15:32

    apa perlu kita pindah warganegara ????

  16.    Pasang Iklan on November 22, 2009 16:58

    Rekomendasi yang diserahkan oleh TPF kepada presiden SBY hari selasa kemarin merupakan temuan2 tim 8 ketika mendengarkan langsung keterangan2 dari berbagai intitusi yang sekarang sedang kisruh…
    dimana pokok dari permasalahan ini adalah tentang kasus Kriminalisasi KPK yang dilakukan oleh 2 institusi negara ini..

    ketika tim 8 menyerahkan rekomendasi hasil temuan tersebut, presiden SBY tidak langsung menanggapinya, tatapi presiden memberikan pernyataan bahwa beliau akan mengeluarkan keputusan hari senin besok..
    keputusan presiden ini tentunya sangat ditunggu oleh banyak pihak dan kalangan, dan tentu saja masyarakat luas yang sangat ingin tahu apa keputusan presiden SBY ini.

    semoga saja keputusan pak SBY nanti bisa menjadikan titik terang akan dibawa kemana jalur Hukum dinegeri kita ini.
    Iklan

  17.    Pejore Meina on November 22, 2009 22:42

    Saya tidak berani berkeberatan terhadap harapan yang tumbuh subur di antara kita semua agar kepemimpinan Presiden SBY, dapat mengarahkan hukum di negeri kita ini.

    Tapi, marilah kita sepakati terlebih dahulu..
    Apakah sistem pemerintahan kita FEODAL DEMOKRATIS? :)

  18.    indomarking.com on November 23, 2009 10:19

    Presiden harus nya bisa bersikap lebih cepat dan tegas biar masalahnya tidak berlarut-larut

  19.    Andre on November 23, 2009 23:34

    MAJU TERUS KPK !!

  20.    Rian on November 23, 2009 23:36

    makin lama korupsinya kok makin gede yah?
    apa lagi berlomba mecahin rekor jadi koruptor terbesar di indonesia ????

  21.    vian on November 23, 2009 23:37

    duuuh…mbok ya kasihan sama rakyat kecil pak.
    makan aja susah…eh uang negara buat rebutan

  22.    jonindo on November 24, 2009 13:16

    Terus terang aja.. ketika baca tulisan si rina dewreight.. tulisannya mewakili sebagian besar rasa ingin tahu opini awam yg hanya bisa membaca jejak kasus dari fakta lapangan… silahkan saja buktikan mana dari tuisan itu tidak benar dan mana yang benar, untuk sementara, mari kita daulat RINA DEWREIGHT sebagai Rakyat Indonesia Nan Awam Dari Emosi Warisan Rekomendasi tim 8 (EIGTH)…hehehe

  23.    asnan rifai on November 24, 2009 17:25

    Mestinya Presiden bisa lebih tegas dan cepat dalam menyikapi ini dari dulu.
    tetapi mw gimana lagi untuk berharap presiden tegas dan cepat seperti mengharap kuda mempunyai tanduk

  24.    marten on November 24, 2009 18:08

    sby lagi nyusun siasat untuk mengungkap siapa yang selama nie biang kerok dalam permasalahan nie.
    jadi kita semua harus mendukung jangan mengada-ada dong,
    bagaimana indonesia mau maju kalo gak disuport pimpinan negara apalagi bapak negara kita sendiri,

    makanya kalo nilai orang jangan kulitnya aja, kalo bisa kupas dalamen dalam jangan hanya dibelakang,………………………..

    kalo berani didepan itu baru jentelmen

    bukan jentik2 nyamuk
    ..

  25.    Payjow on November 25, 2009 08:12

    Enakx jadi koruptor,maling duid rakyat milyaran malah bs jd pengadu domba.dripada jd maling kecil,nyolong kakao 3 biji di hukum. . .harusx anggodo di hakimi massa aj biar diadili rakyat.

  26.    yudhy on November 25, 2009 12:04

    POLRI dan KPK dua institusi yang ngak bisa dipercaya BUBARkan saja institusi i ni cuman membodohi rakyat saja

  27.    L.J.R Malau, SH. on November 25, 2009 15:27

    kasus Bibit dan Chandra harus diteruskan kePengadilan…….!!!
    Klo tidak buat apa ada Produk Hukum di Indonesia dan ingat Negara Indonesia adalah Negara Hukum……!!!

  28.    ngruki on November 25, 2009 16:19

    ah kalau bibit & chandra dilepas gitu aja, nanti malah liar dia loeee… jangan-jangan bisa gigit yang ngelepas… takut kan..???? makanya di-abu-abukan aja kan gampang..??? paling kena umpetan Rakyat… kan rakyat Indonesia bodoh-bodoh amat, makanya semua milih gue… ya kan… ya kan…. kasi retorika aja,.. BLT… walaupun ngutang rakyat pasti dah diam…??? Goblok amat sih louuuuuuuu… makanya jadi DOKTOR dulu baru tahu lou… he…he…. selamat miskin dah semua……….

  29.    joeman on November 25, 2009 16:58

    males dukung mendukung…
    gw ndukung Julia Perez aja yang akan membawa gunung kembar dari Indonesia ke Argentina

  30.    tristan on November 25, 2009 17:10

    tim 8 bikin kacau balau hukum di indonesia yg sudah kacau! tim 8 bullshit…..apalagi ketuanya ABN dia kan pngacara,sapa sih yg ngga tau “kerjaan” pengacara?

  31.    dani on November 27, 2009 23:38

    nangkep Nurdin Toop aja bisa,…
    giliran nangkep si Yuli aja ga bisa…

    aneh…

  32.    Mendemholic on November 28, 2009 20:20

    Right or wrong, it’s my country.. Mau gimana lagi,, emang bawaan Indonesia dari lahir tuh

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind